Kamis, 28 April 2022

Puisi Rafi untuk Yang Ti Ririn

Puisi Untuk Yang Ti Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu Karena Engkau telah berjasa Pada Ayahku Membesarkan dan mendidiknya dengan cintamu Hingga ayah dapat meneruskannya kepadaku Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu Karena waktu yang telah engkau korbankan untuk ayahku Kau tulis kertas putihnya dengan tinta emasmu Kau ukir jiwanya dengan hati ikhlasmu Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu Karena pengorbanan dan ketulusanmu untuk menjaga ayahku Memberikan penjagaan dan air Susumu Hingga ayah dapat menjagaku dan bundaku Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu Karena cinta tulusmu sangat berarti bagiku Ada darah yangTi juga mengalir di diriku Ada ilmu yang Ti yang mengalir di jiwaku Yang Ti… Mungkin dulu Yangti tidak pernah berpikir adanya Rafi Mungkin Dulu Yang Ti tidak mengenal rafi Tapi rafi yakin ayah telah dipersiapkan Yang Ti Untuk mendidik dan menghidupi Bunda dan Rafi Maafkan Ayah, Bunda dan Rafi Yang belum bisa membalas jasa Yang Ti Hanya doa yang bisa dipanjatkan Rafi Semoga Alloh SWT memberikan YangTi Kehidupan dan waktu terbaik Cinta dan kasih sayang terbaik kebahagiaan terbaik Serta Syurga Terbaik.. Aaminn MRNA, 29 April 2022

Kamis, 19 Maret 2015

Untuk anak cucu para pejuang




Untuk anak cucu para pejuang
Bulan Maret Tahun 1992, Salahuddin, Seorang anak kecil kelas 5 SD maju kedepan para hadirin dan juri. Awalnya Ia merasa grogi dan takut, namun dzikir dan doa yang diajarkan sang ayah yang senantiasa dibacanya dalam hati kemudian telah menguatkannya dan memaksanya untuk maju dan membacakan puisi dengan penuh khidmat didepan para undangan yang hadir.
“Le, meskipun kamu masih kecil, tapi sekarang kamu bisa memberikan nasehat lewat puisi, meskipun puisi itu ditulis oleh orang lain. Namun bapak yakin, bahwa semangat perjuangan dalam puisi yang akan engkau bacakan itu, akan berpindah kepada siapapun yang mendengarnya. Jadikan puisi itu menjadi nasehat bagi dirimu dan seluruh orang yang mendengarnya. Dan yang paling penting le, ambil hikmahnya, jadikan semangat pejuang dari puisi yang akan engkau bacakan itu menjadi semangat untukmu, untuk meneruskan perjuangan beliau (Pangeran Diponegoro) dalam membela negara dan agama ini”. Kata sang ayah.
Keesokan pagi harinya, Telah berkumpul banyak siswa peserta lomba puisi beserta para guru dan juri di Aula salah satu SD di sebuah kota kecil diJawa Timur. Terdengar sebuah nama siswa dan sekolah asal disebut pertanda salahuddin kecil* dipanggil dan dipersilahkan untuk maju menuju keatas panggung. Salahuddin kecil perlahan bangkit dari duduknya, ia kemudian berjalan dengan percaya diri menaiki panggung, dan diraihnya sebuah mic yang ada didepannya. Diapun memberikan penghormatan kepada para hadirin dan juri, Kemudian mulailah dibukanya sebuah map kecil yang ada ditangannya yang didalamnya telah tertempel dengan rapi dua lembar puisi yang harus dibacanya dihadapan para hadirin. Dari bibirnya yang mungil, Iapun mulai membaca judul, dan bait demi bait dengan penuh penghayatan.
Diponegoro
Karya Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang

Para pendengar mendengarkan dengan seksama, bahkan beberapa merasa merinding merasakan isi dari bait-bait semangat sang pejuang yang dibacakan oleh Salahuddin kecil. Namun sayang suasana itu hanya berlangsung beberapa jam. Setelah itu selesailah acara lomba puisi tersebut, dengan diumumkannya tiga pembaca puisi terbaik yang berhak mendapatkan piala bergilir.
Api semangat acara memang telah berakhir, namun Alloh maha tau, Ia tak akan meninggalkan begitu saja semangat jihad para pejuang cilik yang terilhami oleh sang kakek buyut, yang berupa kejadian yang sanggup membakar semangat jihad membela Islam dan tanah air 185 tahun yang lalu, yang dikobarkan dengan pekikan takbir dan diringi kibaran panji tauhid. dan atas ijin dari Sang Maha Kuasa kemudian dipadamkan secara zahir dalam sebuah perundingan licik, yang diakali oleh penjajah belanda dan penguasa dzalim saat itu.
Namun, 23 tahun kemudian, setelah pembacaan puisi indah itu...
Api semangat perjuangan itu telah kembali, api perjuangan itu telah membakar semangat anak cucu Diponegoro, untuk menegakkan lagi syariat Alloh dibumi pertiwi ini. Api semangat itu telah membakar jiwa-jiwa yang lemah menjadi pejuang yang tangguh dibawah panji-panji Islam yang bertuliskan kalimat Tauhid Lhaaillaa Haillaloh, Muhammadarrosululloh.
Panji kemenangan, panji kebenaran, panji ketauhidan, Maka jangan heran jika rombongan laskar Diponegoro saat itu sangat mudah dikenali, mana laskar yang membela perjuangan pangeran diponegoro, mana yang bukan, karena panji-panji kalimat tauhid itulah yang menyatukan laskar-laskar pendukung diponegoro. Tapi sayang, sejarah itu seakan dibenamkan dalam-dalam oleh para penjajah dan antek-anteknya.
Dengan dibantu oleh Kyai Mojo (Surakarta), Sentot Alibasya Prawirodirjo, Pangeran Suryo Mataram, Pangeran Pak-pak (Serang), Pangeran Diponegoro berhasil memberikan perlawanan yang hebat kepada Belanda.
Namun, Tahukah kita semua, bahwa Kemarahan Pangeran Diponegoro disebabkan oleh diinjak-injaknya syariat Islam dan digantikan dengan hukum belanda yang saat itu dibantu dengan sang patih danuredjo. Sedang raja hamengkubuwono V yang masih berumur tiga tahun, dimana Ia sengaja diangkat hanya sebagai simbol.
Tahukah kita semua, bahwa Dewan perwalian keraton dibentuk hanya sebagai formalitas sebagai pelengkap supaya pihak diluar keraton tidak mnganggap keputusan keraton adalah keputusan patih danuredjo dan pemerintah belanda.
Dan Tahukah kita semua, bahwa Penarikan pajak yang semakin menggila, sampai sampai setiap ikat panen harus dibayarkan pajak sebesar 50% untuk diberikan kepada pemerintahan belanda dan keraton.
Tidak hanya itu, setiap yang lewat jembatanpun harus membayar pajak jembatan, bahkan seorang wanita hamil dengan seorang anak kecil harus meregang nyawa ditengah derasnya arus sungai hanya karena tidak diperbolehkan melewati jembatan, karena tidak mampu membayar pajak jembatan yang dibebankan kerajaan atas perintah belanda.
Tahukah kita semua, bahwa jika ribuan ulama dan santri dibunuh dengan keji, gerak mereka yang masih tersisa dibatasi, segala fasilitas dicabut, hingga mereka beralih ke pedalaman karena besarnya pajak yg menyebabkan mereka tidak mampu untuk membayarnya.
Tahukah kita semua, jika pesta, arak, judi dan wanita penghibur menjadi kebiasaan dan budaya para pembesar keraton dan belanda saat itu, meskipun mereka sangat tau bahwa itu mereka lakukan diatas tangisan penderitaan rakyat yang terbebani dengan pajak dan peraturan yang menyakitkan.
Pangeran Diponegoro adalah penentang segala kemaksiyatan tersebut, beliau seorang ulama sekaligus pemimpin ummat yang sangat dekat dengan kepentingan rakyat.
Seorang pemimpin dengan gelar raden Mas Ontowiryo. Ia juga bergelar “Sultan Abdul Hamid Herucokro Amirulmukminin Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawi”.
Namun, Pada Bulan ini, bulan maret, 185 tahun yang lalu, tepatnya 28 Maret 1830, ulama sekaligus pejuang yang berani tersebut ditangkap dengan kelicikan dan kebohongan yang telah direkayasa oleh para kafir penjajah belanda bersama antek-anteknya. Pejuang agama sekaligus Kakek kita tersebut dibuang, diasingkan hingga beliau wafat, yang insyaAlloh Syahid dijalanNya.
Itu semua terjadi pada 185 tahun yang lalu.
Namun pertanyaan yang kemudian muncul, “adakah penerus perjuangan sang ulama dan pejuang tersebut? Adakah cucu-dan cicit dari para pejuang tersebut, yang kemudian dengan segala kesholehan dan keberaniannya, melawan para penjajah dalam bentuk apapun, yang saat ini sedang merongrong kedaulatan dan keadilan diantara ummat muslim terbesar didunia ini?” adakah anak cucu para pejuang yang dengan pengorbanan jiwa raga serta harta, kemudian menggunakan segala daya dan upaya, apakah itu intelektualitas, kedudukan, jabatan, waktu serta pemikiran, mau menjadikan itu semua untuk mengusir penjajah, yang selama ini menghancurkan tatanan ummat dinegara dan dunia ini, dengan ideologi yang rusak, ideologi yang sangatlah tidak patut untuk disandingkan dengan ideologi yang secara suci diturunkan olah Tuhannya Manusia, Rajanya manusia, sesembahan manusia, ideologi suci, yang bernama Islam.
Rasanya kita tidak perlu menunggu lagi, jalan syahid telah didepan kita, perjuangan masihlah panjang, perjuangan yang telah disediakan oleh Alloh SWT, kepada kita Hambanya, kepada kita para anak dan cucu para ulama dan pejuang yang telah bersusah payah menegakkan syariat Alloh dimuka bumi ini.
Marilah para anak cucu para pejuang, kita buat para pejuang pendahulu kita tersenyum, kita buat para ulama tersenyum, kita buat para sahabat tersenyum, kita buat Rosululloh SAW tersenyum. Karena perjuangan dan pengorbanan yang telah kita lakukan, dalam rangka menegakkan syariat Alloh SWT dimuka bumi ini. Kita sebarkan kedamaian dan keindahan Islam, kita ganti syariat Syetan yang selama ini bergentayangan diantara kita. Dengan sesuatu yang suci, yaitu Islam.
Jangan menunggu lagi, karena para pejuang itu adalah Kita, Alloohu Akbar..


Redi Bintarto
19 Maret 2015

Selasa, 04 November 2014

Persiapan berdoa

Persiapan diri sebelum berdoa
1.       Berwudhu, membersihkan diri
2.       Berniat untuk bertaubat dan memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan
3.       Sholat Taubat 2 rakaat (apabila memungkinkan)
4.       Dzikir (staghfirullahhal adziim, sholawat Nabi, lhaa illahaillalloh) semampunya.
5.       merendahkan diri dihadapanNYa, segala jabatan, kekayaan, kepopuleran, semua ditanggalkan, hanya satu yang masih melekat pada diri kita, yaitu status kita sebagai seorang hamba, yang sedang menghadap sang Maha Pencipta, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Pemilik Jiwa, Raga, umur, harta serta keluarga kita, anak, istri, ayah, ibu, dan semua yang berada didunia, bahkan semua yang ada di langit dan diantara keduanya. seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Perkasa, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Kuasa, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha berkehendak, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha bijaksana, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Mulia, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Pengampun, dan seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha pengabul segala doa.
6.       Alloh SWT melihat kita,
7.       Malaikat berada disekitar kita
8.       Rasakan bahwa pintu langit telah terbuka
9.       Rasakan ribuan malaikat sedang menyelimuti kita
10.   Karena kita berada didalam majelis dzikir yang dimulyakan Oleh Alloh SWT.
11.   Bukankah Rosululloh SAW telah bersabda “Tidaklah suatu kaum yg duduk berkumpul untuk mengingat Allah, kecuali dinaungi oleh para malaikat, dilimpahkan kepada mereka rahmat, akan diturunkan kepada mereka ketenangan, & Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yg ada di sisi-Nya. [HR. Muslim No.4868].
12.   Rasakan dalam diri kita, dalam jiwa kita, bahwa Alloh SWT telah memancarkan cahaya kasih sayangnya. Menangislah apabila ingin menangis, karena itu pertanda, bahwa Alloh SWT. Telah bersama kita. Alloh SWT. Telah ridho, karena kita menggunakan waktu dan umur kita, untuk mengingat dan mendekatkan diri padaNya.

13.   Mari kita angkat kedua tangan kita, kita pejamkan mata dan tundukkan kepala, kita buka hati kita, untuk mendapatkan hidayah, dan rahmat dari Alloh Azza Wajalla……

Doa Disepertiga malam terakhir

Doa disepertiga malam terakhir
Yaa Alloh… Segala Puji hanya untukMu
Sholawat dan salam senantiasa curahkanlah kepada junjungan hamba, penghulu hamba, kekasih hamba, Rosululloh Muhammad SAW.
Yaa Rabb, di malam yang mulia ini, ijinkan hamba untuk menghadapMu, ijinkan hamba untuk menyampaikan doa, dan keluh kesah hamba kepadaMU, ijinkan hamba, untuk mencurahkan isi hati dan kerinduan hamba kepadaMu dan kepada Nabimu yang suci, Rosululloh SAW.
Ya Rabb.. Sampaikan kepada Rosululloh SAW, bahwa hamba mencintainya, sampaikan kepada Rosululloh SAW, bahwa hamba adalah ummatnya, sampaikanlah kepada rosululloh SAW, bahwa hamba akan mengikuti risalahnya, hingga hamba engkau panggil MenghadapMu kelak.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk bertaubat kepadaMU, ijinkan hamba untuk memohon ampun kepadaMu, atas segala kesalahan hamba, sebelum nyawa ini engkau cabut dari raga, sebelum dunia ini engkau hancurkan pada saat kiamat, sebelum mata ini engkau tutup untuk selama-lamanya.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu dapat menjaga kebersihan jiwa raga hamba, dengan siraman wudhu, dan basuhan kasih sayangMu, Ijinkan hamba untuk dapat menyempurnakan sholat hamba, menjaganya dalam berjamaah dengan hamba-hamba pilihanMu, dan Engkau jadikan khusyu’ padaNya, Engkau bersihkan dosa-dosa hamba karenanya, Engkau muliakan hamba dengan pahalanya, Engkau terangi diri dan jiwa hamba pada setiap detiknya. Engkau angkat derajat hamba dengan segala kebaikan yang menyertainya.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu sempat membaca dan memahami firman-firmanMu, yang tertulis indah dalam mushaf alquranMu, jadikan hamba mudah membaca dan memahaminya, serta menyimpannya dalam hati, jiwa, tingkah laku, akhlak dan perkataan hamba. sebelum engkau cabut nikmat penglihatan yang telah engkau anugerahkan kepada hamba, sebelum engkau membutakan mata hamba, atau jiwa yang engkau ambil dari tubuh hamba.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu sempat dan rindu mendengarkan ayat-ayatMu, mendengarkan majelis-majelis dzikir dan tausiyah dari para kekasihMu, mendengarkan nasehat hamba2Mu yang sholeh, sebelum engkau tulikan pendengaran hamba, sebelum engkau cabut nikmat mendengar hamba, sebelum engkau mengubur jasad ini dengan tanah kuburan, dan sebelum para hamba-hambaMu yang sholeh engkau angkat semua keharibaanMu dan dunia Engkau goncangkan dengan tiupan sangkakalaMu.
Ya Rabb, ijinkanlah hamba untuk selalu sempat mengingatMu, dimanapun hamba berada, ijinkan hamba untuk selalu memanggilMu, disetiap kesempatan hamba, disaat senang ataupun saat susah hamba. Disaat lapang maupun saat sempit hamba, hingga Engkau jadikan jiwa ini tentram, hingga engkau jadikan jiwa ini bahagia, sebagaimana bahagianya para kekasihmu yang Engkau janjikan syurga kepadaNya.
Ya Rabb, jikalau kelak engkau memanggil hamba dihamparan Mahsyar yang luas, sebagai tanda hari perhitungan telah dimulai, ijinkan hamba bertaubat sebelum semuanya terjadi, ijinkan hamba memohon ampun atas kesalahan hamba sebelum semuanya terlambat. Ijinkan hamba meminta maaf kepada saudara-saudara hamba yang telah hamba dzolimi. Sebelum engkau mencabut nyawa hamba, atau engkau mencabut nyawa saudara hamba tersebut.
Ya Rabb, jikalau kelak engkau mengumpulkan hamba dihamparan Mahsyar bersama dengan ummat yang terdahulu dan yang terakhir, bersama keluarga hamba, bersama saudara hamba, pada saat itulah Engkau akan menanyakan tentang segala yang telah engkau berikan kepada hamba. Maka disaat itulah, hamba membutuhkan pertolonganMu, hamba membutuhkan kasih sayang dan AmpunanMu. Berilah hamba kemudahan, untuk menjawab segala pertanyaanMu dengan Hikmah dan rahmatMu.
Ya Rabb, Kelak engkau akan menanyakan umur hamba, maka bantulah hamba, untuk dapat menjawabnya dengan baik dan Engkau Ridhoi, karena itu berilah hamba kesempatan, untuk mengisi umur hamba yang tidak lama hidup didunia ini, dengan keta’atan kepadaMu, hingga hamba mampu menjawabnya dengan hati yang puas dan bangga. Hingga hamba bisa menjawab dengan segala amal sholeh hamba “Yaa Rabb, hamba telah gunakan waktu dan umur hamba untuk bersujud, dan memahami ayat-ayatMu. Hamba telah gunakan waktu hamba untuk membantu dan mengajak saudara-saudara hamba sesama muslim untuk mendekatkan diri padaMU”.
Karena itu Yaa Rabb, Jangan pernah Engkau membiarkan hamba melakukan kesia-siaan, jangan pernah Engkau membiarkan hamba dalam kegelisahan , dan janganlah engkau biarkan hamba dalam kekafiran, jangan jadikan hamba menjadi orang-orang yang merugi, tapi jadikan hamba hambamu yang senantiasa berintrospeksi diri, memperbaiki diri, dan memperindah akhlak diri, sehingga pancaran cahaya Islam pada jiwa hamba, dan seluruh cahaya Islam yang telah Engkau turunkan didunia ini benar-benar akan menjadi rahmatan lil alamin, yang menebarkan kedamaian, keberanian, keadilan, kejujuran, dan keikhlasan seperti yang telah dicontohkan oleh nabiMu dan para kekasihMu yang lain.
Yaa Rabb, Kelak dipadang Mahsyar nanti, engkau akan menanyakan, tentang harta yang telah engkau titipkan kepada hamba, maka bantulah hamba untuk menjaga harta hamba, supaya kelak ketika engkau menanyakan harta tersebut, maka hamba bisa menjawab dengan tenang dan puas, bahwa harta yang hamba dapati hamba peroleh dengan cara yang halal…, harta yang Engkau titipkan kepada hamba hamba gunakan dengan dengan cara yang halal…, dan harta yang engkau titipkan kepada hamba, telah hamba bersihkan dengan zakat dan sedekah, serta hamba gunakan untuk menolong agamaMu,
Yaa Rabb, Kelak dipadang Mahsyar nanti, engkau akan menanyakan tentang jabatan dan kedudukan hamba, maka berilah hamba keyakinan dan keberanian dalam segala keikhlasan hati dan kejujuran hamba, bahwa hamba akan menjawabnya dengan penuh keyakinan, bahwa jabatan dan kedudukan ini hamba dapatkan dengan cara yang halal, jabatan dan kedudukan ini hamba gunakan dengan cara yang halal, jabatan dan kedudukan ini hamba tingkatkan dengan cara yang halal, hingga dengannya hamba telah tegakkan keadilan, dengannya hamba bela kebenaran, dengannya hamba tanamkan kejujuran, pada diri hamba dan seluruh teman, saudara dan masyarakat disekitar hamba. Dengan Jabatan dan Kedudukan ini hamba bantu AgamaMU, dengannya hamba bantu saudara2 hamba yang membutuhkan, dan dengannya hamba muliakan namaMu, hingga hamba buang jauh-jauh segala kemaksiatan, segala kemungkaran, segala kedzoliman dimuka bumi ini.

Yaa Rabb, Berilah hamba keberanian dan kekuatan untuk mengatakan yang benar itu adalah benar, dan yang salah itu adalah salah. Jangan biarkan hamba mengikuti nafsu musuh-musuhmu, jangan biarkan hamba takut dan mengikuti makhluk-makhlukmu yang sombong, yang hanya mendahulukan nafsu dan kepentingan pribadinya. Jangan biarkan hamba terseret dengan segala tipu daya makhluk-makhlukmu untuk mencintai dunia ini, dan melanggar laranganMu. Lindungi hamba ya Rabb, dari segala fitnah, baik fitnah kemiskinan, fitnah jabatan, fitnah pekerjaan, fitnah suap, fitnah korupsi, fitnah kolusi, fitnah nepotisme, dan segala makar, yang kelak akan menjerumuskan diri hamba ke dalam nerakaMu.
Bersihkan diri hamba, institusi hamba, masyarakat hamba, lingkungan hamba, dari makhluk-makhlukmu yang demikian. Karena sesungguhnya engkaulah yang maha tau, engkaulah yang maha melihat, engkaulah yang maha adil, dan engkaulah yang maha kuasa untuk mengubah dan menghukum para orang orang yang fasik.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu bisa berada dekat denganMu, ijinkan hamba untuk selalu bermanja denganMu, ijinkan hamba untuk selalu mengadu kepadaMu, atas permasalahan yang terjadi pada Hamba, atas segala ujian yang menimpa hamba, atas segala godaan yang ada disekitar hamba. Jangan Engkau menjauh ya Rabb, karena hamba tidak mampu menyelesaikan semua masalah hamba, tanpa pertolonganMu.
Ya Rabb, ijinkan hamba untuk berjanji kepadaMU, bahwa hamba akan menjadi hamba terbaikMu, hamba akan penuhi segala perintahMu dan hamba akan jauhi segala laranganMu, dan ijinkanlah hamba ya Rabb, untuk dapat membuktikan jatidiri hamba sebagai Umat terbaik dari Sang KekasihMu, Muhammad Rosululloh SAW.. dan sampaikanlah ya Alloh… sampaikan salam kerinduan hamba padaNya. Pada penghulu kami, pada tuntunan kami, pada manusia termulya didunia ini. Sampaikanlah, bahwa hamba adalah ummatnya yang akan meneruskan risalahnya, hamba akan tegakkan sunnah-sunnahnya. Hamba akan membela agamanya, hingga titik darah penghabisan hamba, hingga engkau cabut nyawa ini, hingga engkau engkau satukan langit dan bumi ini, hingga engkau bangkitkan semua manusia, dan tiada lagi dunia, bahkan waktupun engkau hancurkan, dan dengan kekuasaanMu engkau gantikan dengan alam akherat.
Yaa Rabb, ketika engkau telah mengutus malaikat pencabut nyawa datang menjemput hamba, pertanda umur hamba telah berakhir, pertanda tugas Hamba telah berakhir, pertanda engkau akan pisahkan hamba dengan orang-orang yang hamba cintai, anak hamba, istri hamba, ayah dan ibu hamba, dan teman-teman hamba, dan segala perniagaan yang hamba cintai, maka hamba mohon yaa Rabb, jadikan waktu kematian hamba, adalah waktu dimana cinta tertinggi hamba adalah cinta kepadaMu, waktu dimana kerinduan terbesar hamba, adalah kerinduan bertemu denganMu, waktu dimana engkau telah menganugerahkan keikhlasan kepada hamba, untuk dapat meninggalkan segala keindahan dunia yang sebelumnya engkau titipkan kepada hamba. Yaa Rabb, matikanlah hamba dalam keadaan yang terbaik, disaat tiada hutang, tiada dendam, tiada iri dan dengki serta fitnah yang menyelimuti diri hamba. Matikan hamba dalam  keadaan Khusnul Khotimah, cabutlah nyawa hamba dalam keadaan suci, matikan hamba disaat segala keburukan yang akan memberatkan hamba telah Kau ampuni. Matikan hamba, disaat anak-anak keturunan hamba yang engkau titipkan kepada hamba, telah sempurna mengenal diriMu, cabutlah nyawa ini ya rabb, disaat anak istri kami, telah sempurna menjalankan syariatMu, cabutlah nyawa ini ya Rabb, disaat anak keturunan kami, telah menjadikan kekasihmu, Rosululloh SAW, sebagai panutan terbaikNya. Sebagai kekasihnya, dan sebagai semangatnya, untuk mendapatkan ridho, kasih sayang dan ampunanMu.
Yaa Rabb, Kelak dipadang Mahsyar nanti engkau akan tanyakan waktu yang sebentar ini, namun saksikanlah yaa Rabb, hamba telah gunakan waktu ini untuk berdoa dan mendekatkan diri kepadamu, hamba telah gunakan waktu ini untuk memohon ampun kepadamu, hamba telah gunakan waktu yang sedikit ini untuk beribadah memohon kebaikan diri hamba hanya kepadamu. Seperti apa yang engkau perintahkan kepada hamba. Maka kabulkanlah yaa Alloh, karena sesungguhnya engkaulah pengabul segala doa.
Robbana atina….

1.      Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu
2.      Aqulu qauli hada, astaghfirullahal’adiem
Wal’afwu minkum.
Wailaliqo fii amanillah !
Wabillahi taufiq wal hidayah.
Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Lailatul Qodar

An Nur Sumbersekar Malang, 23 Juli 2014