Puisi Indah Penuh Makna
Kamis, 28 April 2022
Puisi Rafi untuk Yang Ti Ririn
Puisi Untuk Yang Ti
Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu
Karena Engkau telah berjasa Pada Ayahku
Membesarkan dan mendidiknya dengan cintamu
Hingga ayah dapat meneruskannya kepadaku
Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu
Karena waktu yang telah engkau korbankan untuk ayahku
Kau tulis kertas putihnya dengan tinta emasmu
Kau ukir jiwanya dengan hati ikhlasmu
Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu
Karena pengorbanan dan ketulusanmu untuk menjaga ayahku
Memberikan penjagaan dan air Susumu
Hingga ayah dapat menjagaku dan bundaku
Yang Ti…., Aku buatkan puisi ini khusus untukmu
Karena cinta tulusmu sangat berarti bagiku
Ada darah yangTi juga mengalir di diriku
Ada ilmu yang Ti yang mengalir di jiwaku
Yang Ti…
Mungkin dulu Yangti tidak pernah berpikir adanya Rafi
Mungkin Dulu Yang Ti tidak mengenal rafi
Tapi rafi yakin ayah telah dipersiapkan Yang Ti
Untuk mendidik dan menghidupi
Bunda dan Rafi
Maafkan Ayah, Bunda dan Rafi
Yang belum bisa membalas jasa Yang Ti
Hanya doa yang bisa dipanjatkan Rafi
Semoga Alloh SWT memberikan YangTi
Kehidupan dan waktu terbaik
Cinta dan kasih sayang terbaik
kebahagiaan terbaik
Serta Syurga Terbaik..
Aaminn
MRNA, 29 April 2022
Kamis, 19 Maret 2015
Untuk anak cucu para pejuang
Untuk anak cucu para
pejuang
Bulan Maret Tahun
1992, Salahuddin, Seorang anak kecil kelas 5 SD maju kedepan para hadirin dan
juri. Awalnya Ia merasa grogi dan takut, namun dzikir dan doa yang diajarkan
sang ayah yang senantiasa dibacanya dalam hati kemudian telah menguatkannya dan
memaksanya untuk maju dan membacakan puisi dengan penuh khidmat didepan para
undangan yang hadir.
“Le, meskipun
kamu masih kecil, tapi sekarang kamu bisa memberikan nasehat lewat puisi,
meskipun puisi itu ditulis oleh orang lain. Namun bapak yakin, bahwa semangat perjuangan
dalam puisi yang akan engkau bacakan itu, akan berpindah kepada siapapun yang
mendengarnya. Jadikan puisi itu menjadi nasehat bagi dirimu dan seluruh orang
yang mendengarnya. Dan yang paling penting le, ambil hikmahnya, jadikan semangat
pejuang dari puisi yang akan engkau bacakan itu menjadi semangat untukmu, untuk
meneruskan perjuangan beliau (Pangeran Diponegoro) dalam membela negara dan agama
ini”. Kata sang ayah.
Keesokan pagi
harinya, Telah berkumpul banyak siswa peserta lomba puisi beserta para guru dan
juri di Aula salah satu SD di sebuah kota kecil diJawa Timur. Terdengar sebuah
nama siswa dan sekolah asal disebut pertanda salahuddin kecil* dipanggil dan dipersilahkan
untuk maju menuju keatas panggung. Salahuddin kecil perlahan bangkit dari
duduknya, ia kemudian berjalan dengan percaya diri menaiki panggung, dan
diraihnya sebuah mic yang ada didepannya. Diapun memberikan penghormatan kepada
para hadirin dan juri, Kemudian mulailah dibukanya sebuah map kecil yang ada
ditangannya yang didalamnya telah tertempel dengan rapi dua lembar puisi yang
harus dibacanya dihadapan para hadirin. Dari bibirnya yang mungil, Iapun mulai
membaca judul, dan bait demi bait dengan penuh penghayatan.
Diponegoro
Karya Chairil Anwar
Di masa
pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Para
pendengar mendengarkan dengan seksama, bahkan beberapa merasa merinding
merasakan isi dari bait-bait semangat sang pejuang yang dibacakan oleh
Salahuddin kecil. Namun sayang suasana itu hanya berlangsung beberapa jam. Setelah
itu selesailah acara lomba puisi tersebut, dengan diumumkannya tiga pembaca
puisi terbaik yang berhak mendapatkan piala bergilir.
Api semangat
acara memang telah berakhir, namun Alloh maha tau, Ia tak akan meninggalkan
begitu saja semangat jihad para pejuang cilik yang terilhami oleh sang kakek
buyut, yang berupa kejadian yang sanggup membakar semangat jihad membela Islam
dan tanah air 185 tahun yang lalu, yang dikobarkan dengan pekikan takbir dan
diringi kibaran panji tauhid. dan atas ijin dari Sang Maha Kuasa kemudian
dipadamkan secara zahir dalam sebuah perundingan licik, yang diakali oleh
penjajah belanda dan penguasa dzalim saat itu.
Namun, 23
tahun kemudian, setelah pembacaan puisi indah itu...
Api semangat
perjuangan itu telah kembali, api perjuangan itu telah membakar semangat anak
cucu Diponegoro, untuk menegakkan lagi syariat Alloh dibumi pertiwi ini. Api semangat
itu telah membakar jiwa-jiwa yang lemah menjadi pejuang yang tangguh dibawah
panji-panji Islam yang bertuliskan kalimat Tauhid Lhaaillaa Haillaloh,
Muhammadarrosululloh.
Panji
kemenangan, panji kebenaran, panji ketauhidan, Maka jangan heran jika rombongan
laskar Diponegoro saat itu sangat mudah dikenali, mana laskar yang membela
perjuangan pangeran diponegoro, mana yang bukan, karena panji-panji kalimat
tauhid itulah yang menyatukan laskar-laskar pendukung diponegoro. Tapi sayang,
sejarah itu seakan dibenamkan dalam-dalam oleh para penjajah dan
antek-anteknya.
Dengan dibantu oleh Kyai Mojo (Surakarta), Sentot
Alibasya Prawirodirjo, Pangeran Suryo Mataram, Pangeran Pak-pak (Serang),
Pangeran Diponegoro berhasil memberikan perlawanan yang hebat kepada Belanda.
Namun, Tahukah
kita semua, bahwa Kemarahan Pangeran Diponegoro disebabkan oleh
diinjak-injaknya syariat Islam dan digantikan dengan hukum belanda yang saat
itu dibantu dengan sang patih danuredjo. Sedang raja hamengkubuwono V yang
masih berumur tiga tahun, dimana Ia sengaja diangkat hanya sebagai simbol.
Tahukah kita
semua, bahwa Dewan perwalian keraton dibentuk hanya sebagai formalitas sebagai
pelengkap supaya pihak diluar keraton tidak mnganggap keputusan keraton adalah
keputusan patih danuredjo dan pemerintah belanda.
Dan Tahukah kita
semua, bahwa Penarikan pajak yang semakin menggila, sampai sampai setiap ikat
panen harus dibayarkan pajak sebesar 50% untuk diberikan kepada pemerintahan
belanda dan keraton.
Tidak hanya
itu, setiap yang lewat jembatanpun harus membayar pajak jembatan, bahkan
seorang wanita hamil dengan seorang anak kecil harus meregang nyawa ditengah
derasnya arus sungai hanya karena tidak diperbolehkan melewati jembatan, karena
tidak mampu membayar pajak jembatan yang dibebankan kerajaan atas perintah
belanda.
Tahukah kita
semua, bahwa jika ribuan ulama dan santri dibunuh dengan keji, gerak mereka yang
masih tersisa dibatasi, segala fasilitas dicabut, hingga mereka beralih ke
pedalaman karena besarnya pajak yg menyebabkan mereka tidak mampu untuk
membayarnya.
Tahukah kita
semua, jika pesta, arak, judi dan wanita penghibur menjadi kebiasaan dan budaya
para pembesar keraton dan belanda saat itu, meskipun mereka sangat tau bahwa itu
mereka lakukan diatas tangisan penderitaan rakyat yang terbebani dengan pajak
dan peraturan yang menyakitkan.
Pangeran
Diponegoro adalah penentang segala kemaksiyatan tersebut, beliau seorang ulama
sekaligus pemimpin ummat yang sangat dekat dengan kepentingan rakyat.
Seorang pemimpin
dengan gelar raden Mas Ontowiryo. Ia juga bergelar “Sultan Abdul
Hamid Herucokro Amirulmukminin Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawi”.
Namun, Pada
Bulan ini, bulan maret, 185 tahun yang lalu, tepatnya 28 Maret 1830, ulama
sekaligus pejuang yang berani tersebut ditangkap dengan kelicikan dan kebohongan
yang telah direkayasa oleh para kafir penjajah belanda bersama antek-anteknya. Pejuang
agama sekaligus Kakek kita tersebut dibuang, diasingkan hingga beliau wafat,
yang insyaAlloh Syahid dijalanNya.
Itu semua
terjadi pada 185 tahun yang lalu.
Namun
pertanyaan yang kemudian muncul, “adakah penerus perjuangan sang ulama dan
pejuang tersebut? Adakah cucu-dan cicit dari para pejuang tersebut, yang
kemudian dengan segala kesholehan dan keberaniannya, melawan para penjajah
dalam bentuk apapun, yang saat ini sedang merongrong kedaulatan dan keadilan
diantara ummat muslim terbesar didunia ini?” adakah anak cucu para pejuang yang
dengan pengorbanan jiwa raga serta harta, kemudian menggunakan segala daya dan
upaya, apakah itu intelektualitas, kedudukan, jabatan, waktu serta pemikiran,
mau menjadikan itu semua untuk mengusir penjajah, yang selama ini menghancurkan
tatanan ummat dinegara dan dunia ini, dengan ideologi yang rusak, ideologi yang
sangatlah tidak patut untuk disandingkan dengan ideologi yang secara suci
diturunkan olah Tuhannya Manusia, Rajanya manusia, sesembahan manusia, ideologi
suci, yang bernama Islam.
Rasanya kita
tidak perlu menunggu lagi, jalan syahid telah didepan kita, perjuangan masihlah
panjang, perjuangan yang telah disediakan oleh Alloh SWT, kepada kita Hambanya,
kepada kita para anak dan cucu para ulama dan pejuang yang telah bersusah payah
menegakkan syariat Alloh dimuka bumi ini.
Marilah para
anak cucu para pejuang, kita buat para pejuang pendahulu kita tersenyum, kita
buat para ulama tersenyum, kita buat para sahabat tersenyum, kita buat Rosululloh
SAW tersenyum. Karena perjuangan dan pengorbanan yang telah kita lakukan, dalam
rangka menegakkan syariat Alloh SWT dimuka bumi ini. Kita sebarkan kedamaian
dan keindahan Islam, kita ganti syariat Syetan yang selama ini bergentayangan
diantara kita. Dengan sesuatu yang suci, yaitu Islam.
Jangan
menunggu lagi, karena para pejuang itu adalah Kita, Alloohu Akbar..
Redi Bintarto
19 Maret 2015
Selasa, 04 November 2014
Persiapan berdoa
Persiapan diri sebelum berdoa
1.
Berwudhu, membersihkan diri
2.
Berniat untuk bertaubat dan memohon ampun atas
segala kesalahan yang pernah dilakukan
3.
Sholat Taubat 2 rakaat (apabila memungkinkan)
4.
Dzikir (staghfirullahhal adziim, sholawat Nabi,
lhaa illahaillalloh) semampunya.
5.
merendahkan diri dihadapanNYa, segala jabatan,
kekayaan, kepopuleran, semua ditanggalkan, hanya satu yang masih melekat pada
diri kita, yaitu status kita sebagai seorang hamba, yang sedang menghadap sang
Maha Pencipta, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Pemilik Jiwa, Raga,
umur, harta serta keluarga kita, anak, istri, ayah, ibu, dan semua yang berada
didunia, bahkan semua yang ada di langit dan diantara keduanya. seorang hamba
yang sedang menghadap Sang Maha Perkasa, seorang hamba yang sedang menghadap
Sang Maha Kuasa, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha berkehendak, seorang
hamba yang sedang menghadap Sang Maha bijaksana, seorang hamba yang sedang
menghadap Sang Maha Mulia, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Pengampun,
dan seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha pengabul segala doa.
6.
Alloh SWT melihat kita,
7.
Malaikat berada disekitar kita
8.
Rasakan bahwa pintu langit telah terbuka
9.
Rasakan ribuan malaikat sedang menyelimuti kita
10.
Karena kita berada didalam majelis dzikir yang
dimulyakan Oleh Alloh SWT.
11.
Bukankah Rosululloh SAW telah bersabda “Tidaklah suatu kaum yg duduk berkumpul untuk
mengingat Allah, kecuali dinaungi oleh para malaikat, dilimpahkan kepada mereka
rahmat, akan diturunkan kepada mereka ketenangan, & Allah Azza Wa jalla
akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yg ada di sisi-Nya. [HR. Muslim No.4868].
12.
Rasakan dalam diri kita, dalam jiwa kita, bahwa
Alloh SWT telah memancarkan cahaya kasih sayangnya. Menangislah apabila ingin
menangis, karena itu pertanda, bahwa Alloh SWT. Telah bersama kita. Alloh SWT. Telah
ridho, karena kita menggunakan waktu dan umur kita, untuk mengingat dan
mendekatkan diri padaNya.
13.
Mari kita angkat kedua tangan kita, kita pejamkan
mata dan tundukkan kepala, kita buka hati kita, untuk mendapatkan hidayah, dan
rahmat dari Alloh Azza Wajalla……
Doa Disepertiga malam terakhir
Doa disepertiga malam
terakhir
Yaa Alloh…
Segala Puji hanya untukMu
Sholawat dan
salam senantiasa curahkanlah kepada junjungan hamba, penghulu hamba, kekasih hamba,
Rosululloh Muhammad SAW.
Yaa Rabb, di
malam yang mulia ini, ijinkan hamba untuk menghadapMu, ijinkan hamba untuk
menyampaikan doa, dan keluh kesah hamba kepadaMU, ijinkan hamba, untuk
mencurahkan isi hati dan kerinduan hamba kepadaMu dan kepada Nabimu yang suci,
Rosululloh SAW.
Ya Rabb..
Sampaikan kepada Rosululloh SAW, bahwa hamba mencintainya, sampaikan kepada
Rosululloh SAW, bahwa hamba adalah ummatnya, sampaikanlah kepada rosululloh SAW,
bahwa hamba akan mengikuti risalahnya, hingga hamba engkau panggil MenghadapMu
kelak.
Yaa Rabb,
Ijinkan hamba untuk bertaubat kepadaMU, ijinkan hamba untuk memohon ampun
kepadaMu, atas segala kesalahan hamba, sebelum nyawa ini engkau cabut dari
raga, sebelum dunia ini engkau hancurkan pada saat kiamat, sebelum mata ini
engkau tutup untuk selama-lamanya.
Yaa Rabb,
Ijinkan hamba untuk selalu dapat menjaga kebersihan jiwa raga hamba, dengan
siraman wudhu, dan basuhan kasih sayangMu, Ijinkan hamba untuk dapat menyempurnakan
sholat hamba, menjaganya dalam berjamaah dengan hamba-hamba pilihanMu, dan
Engkau jadikan khusyu’ padaNya, Engkau bersihkan dosa-dosa hamba karenanya, Engkau
muliakan hamba dengan pahalanya, Engkau terangi diri dan jiwa hamba pada setiap
detiknya. Engkau angkat derajat hamba dengan segala kebaikan yang menyertainya.
Yaa Rabb,
Ijinkan hamba untuk selalu sempat membaca dan memahami firman-firmanMu, yang
tertulis indah dalam mushaf alquranMu, jadikan hamba mudah membaca dan
memahaminya, serta menyimpannya dalam hati, jiwa, tingkah laku, akhlak dan
perkataan hamba. sebelum engkau cabut nikmat penglihatan yang telah engkau
anugerahkan kepada hamba, sebelum engkau membutakan mata hamba, atau jiwa yang
engkau ambil dari tubuh hamba.
Yaa Rabb,
Ijinkan hamba untuk selalu sempat dan rindu mendengarkan ayat-ayatMu, mendengarkan
majelis-majelis dzikir dan tausiyah dari para kekasihMu, mendengarkan nasehat
hamba2Mu yang sholeh, sebelum engkau tulikan pendengaran hamba, sebelum engkau
cabut nikmat mendengar hamba, sebelum engkau mengubur jasad ini dengan tanah
kuburan, dan sebelum para hamba-hambaMu yang sholeh engkau angkat semua
keharibaanMu dan dunia Engkau goncangkan dengan tiupan sangkakalaMu.
Ya Rabb,
ijinkanlah hamba untuk selalu sempat mengingatMu, dimanapun hamba berada, ijinkan
hamba untuk selalu memanggilMu, disetiap kesempatan hamba, disaat senang
ataupun saat susah hamba. Disaat lapang maupun saat sempit hamba, hingga Engkau
jadikan jiwa ini tentram, hingga engkau jadikan jiwa ini bahagia, sebagaimana
bahagianya para kekasihmu yang Engkau janjikan syurga kepadaNya.
Ya Rabb,
jikalau kelak engkau memanggil hamba dihamparan Mahsyar yang luas, sebagai
tanda hari perhitungan telah dimulai, ijinkan hamba bertaubat sebelum semuanya
terjadi, ijinkan hamba memohon ampun atas kesalahan hamba sebelum semuanya
terlambat. Ijinkan hamba meminta maaf kepada saudara-saudara hamba yang telah hamba
dzolimi. Sebelum engkau mencabut nyawa hamba, atau engkau mencabut nyawa
saudara hamba tersebut.
Ya Rabb,
jikalau kelak engkau mengumpulkan hamba dihamparan Mahsyar bersama dengan ummat
yang terdahulu dan yang terakhir, bersama keluarga hamba, bersama saudara hamba,
pada saat itulah Engkau akan menanyakan tentang segala yang telah engkau
berikan kepada hamba. Maka disaat itulah, hamba membutuhkan pertolonganMu,
hamba membutuhkan kasih sayang dan AmpunanMu. Berilah hamba kemudahan, untuk
menjawab segala pertanyaanMu dengan Hikmah dan rahmatMu.
Ya Rabb,
Kelak engkau akan menanyakan umur hamba, maka bantulah hamba, untuk dapat
menjawabnya dengan baik dan Engkau Ridhoi, karena itu berilah hamba kesempatan,
untuk mengisi umur hamba yang tidak lama hidup didunia ini, dengan keta’atan
kepadaMu, hingga hamba mampu menjawabnya dengan hati yang puas dan bangga.
Hingga hamba bisa menjawab dengan segala amal sholeh hamba “Yaa Rabb, hamba
telah gunakan waktu dan umur hamba untuk bersujud, dan memahami ayat-ayatMu.
Hamba telah gunakan waktu hamba untuk membantu dan mengajak saudara-saudara
hamba sesama muslim untuk mendekatkan diri padaMU”.
Karena itu
Yaa Rabb, Jangan pernah Engkau membiarkan hamba melakukan kesia-siaan, jangan
pernah Engkau membiarkan hamba dalam kegelisahan , dan janganlah engkau biarkan
hamba dalam kekafiran, jangan jadikan hamba menjadi orang-orang yang merugi,
tapi jadikan hamba hambamu yang senantiasa berintrospeksi diri, memperbaiki
diri, dan memperindah akhlak diri, sehingga pancaran cahaya Islam pada jiwa
hamba, dan seluruh cahaya Islam yang telah Engkau turunkan didunia ini
benar-benar akan menjadi rahmatan lil alamin, yang menebarkan kedamaian,
keberanian, keadilan, kejujuran, dan keikhlasan seperti yang telah dicontohkan
oleh nabiMu dan para kekasihMu yang lain.
Yaa Rabb,
Kelak dipadang Mahsyar nanti, engkau akan menanyakan, tentang harta yang telah
engkau titipkan kepada hamba, maka bantulah hamba untuk menjaga harta hamba,
supaya kelak ketika engkau menanyakan harta tersebut, maka hamba bisa menjawab
dengan tenang dan puas, bahwa harta yang hamba dapati hamba peroleh dengan cara
yang halal…, harta yang Engkau titipkan kepada hamba hamba gunakan dengan
dengan cara yang halal…, dan harta yang engkau titipkan kepada hamba, telah
hamba bersihkan dengan zakat dan sedekah, serta hamba gunakan untuk menolong
agamaMu,
Yaa Rabb,
Kelak dipadang Mahsyar nanti, engkau akan menanyakan tentang jabatan dan
kedudukan hamba, maka berilah hamba keyakinan dan keberanian dalam segala
keikhlasan hati dan kejujuran hamba, bahwa hamba akan menjawabnya dengan penuh
keyakinan, bahwa jabatan dan kedudukan ini hamba dapatkan dengan cara yang
halal, jabatan dan kedudukan ini hamba gunakan dengan cara yang halal, jabatan
dan kedudukan ini hamba tingkatkan dengan cara yang halal, hingga dengannya
hamba telah tegakkan keadilan, dengannya hamba bela kebenaran, dengannya hamba
tanamkan kejujuran, pada diri hamba dan seluruh teman, saudara dan masyarakat
disekitar hamba. Dengan Jabatan dan Kedudukan ini hamba bantu AgamaMU,
dengannya hamba bantu saudara2 hamba yang membutuhkan, dan dengannya hamba
muliakan namaMu, hingga hamba buang jauh-jauh segala kemaksiatan, segala
kemungkaran, segala kedzoliman dimuka bumi ini.
Yaa Rabb, Berilah
hamba keberanian dan kekuatan untuk mengatakan yang benar itu adalah benar, dan
yang salah itu adalah salah. Jangan biarkan hamba mengikuti nafsu
musuh-musuhmu, jangan biarkan hamba takut dan mengikuti makhluk-makhlukmu yang
sombong, yang hanya mendahulukan nafsu dan kepentingan pribadinya. Jangan
biarkan hamba terseret dengan segala tipu daya makhluk-makhlukmu untuk
mencintai dunia ini, dan melanggar laranganMu. Lindungi hamba ya Rabb, dari
segala fitnah, baik fitnah kemiskinan, fitnah jabatan, fitnah pekerjaan, fitnah
suap, fitnah korupsi, fitnah kolusi, fitnah nepotisme, dan segala makar, yang
kelak akan menjerumuskan diri hamba ke dalam nerakaMu.
Bersihkan
diri hamba, institusi hamba, masyarakat hamba, lingkungan hamba, dari
makhluk-makhlukmu yang demikian. Karena sesungguhnya engkaulah yang maha tau,
engkaulah yang maha melihat, engkaulah yang maha adil, dan engkaulah yang maha
kuasa untuk mengubah dan menghukum para orang orang yang fasik.
Yaa Rabb, Ijinkan
hamba untuk selalu bisa berada dekat denganMu, ijinkan hamba untuk selalu
bermanja denganMu, ijinkan hamba untuk selalu mengadu kepadaMu, atas
permasalahan yang terjadi pada Hamba, atas segala ujian yang menimpa hamba,
atas segala godaan yang ada disekitar hamba. Jangan Engkau menjauh ya Rabb,
karena hamba tidak mampu menyelesaikan semua masalah hamba, tanpa
pertolonganMu.
Ya Rabb,
ijinkan hamba untuk berjanji kepadaMU, bahwa hamba akan menjadi hamba terbaikMu,
hamba akan penuhi segala perintahMu dan hamba akan jauhi segala laranganMu, dan
ijinkanlah hamba ya Rabb, untuk dapat membuktikan jatidiri hamba sebagai Umat
terbaik dari Sang KekasihMu, Muhammad Rosululloh SAW.. dan sampaikanlah ya
Alloh… sampaikan salam kerinduan hamba padaNya. Pada penghulu kami, pada
tuntunan kami, pada manusia termulya didunia ini. Sampaikanlah, bahwa hamba
adalah ummatnya yang akan meneruskan risalahnya, hamba akan tegakkan
sunnah-sunnahnya. Hamba akan membela agamanya, hingga titik darah penghabisan
hamba, hingga engkau cabut nyawa ini, hingga engkau engkau satukan langit dan
bumi ini, hingga engkau bangkitkan semua manusia, dan tiada lagi dunia, bahkan waktupun
engkau hancurkan, dan dengan kekuasaanMu engkau gantikan dengan alam akherat.
Yaa Rabb,
ketika engkau telah mengutus malaikat pencabut nyawa datang menjemput hamba,
pertanda umur hamba telah berakhir, pertanda tugas Hamba telah berakhir,
pertanda engkau akan pisahkan hamba dengan orang-orang yang hamba cintai, anak
hamba, istri hamba, ayah dan ibu hamba, dan teman-teman hamba, dan segala
perniagaan yang hamba cintai, maka hamba mohon yaa Rabb, jadikan waktu kematian
hamba, adalah waktu dimana cinta tertinggi hamba adalah cinta kepadaMu, waktu
dimana kerinduan terbesar hamba, adalah kerinduan bertemu denganMu, waktu
dimana engkau telah menganugerahkan keikhlasan kepada hamba, untuk dapat
meninggalkan segala keindahan dunia yang sebelumnya engkau titipkan kepada
hamba. Yaa Rabb, matikanlah hamba dalam keadaan yang terbaik, disaat tiada
hutang, tiada dendam, tiada iri dan dengki serta fitnah yang menyelimuti diri
hamba. Matikan hamba dalam keadaan
Khusnul Khotimah, cabutlah nyawa hamba dalam keadaan suci, matikan hamba disaat
segala keburukan yang akan memberatkan hamba telah Kau ampuni. Matikan hamba,
disaat anak-anak keturunan hamba yang engkau titipkan kepada hamba, telah
sempurna mengenal diriMu, cabutlah nyawa ini ya rabb, disaat anak istri kami,
telah sempurna menjalankan syariatMu, cabutlah nyawa ini ya Rabb, disaat anak
keturunan kami, telah menjadikan kekasihmu, Rosululloh SAW, sebagai panutan
terbaikNya. Sebagai kekasihnya, dan sebagai semangatnya, untuk mendapatkan ridho,
kasih sayang dan ampunanMu.
Yaa Rabb,
Kelak dipadang Mahsyar nanti engkau akan tanyakan waktu yang sebentar ini,
namun saksikanlah yaa Rabb, hamba telah gunakan waktu ini untuk berdoa dan
mendekatkan diri kepadamu, hamba telah gunakan waktu ini untuk memohon ampun
kepadamu, hamba telah gunakan waktu yang sedikit ini untuk beribadah memohon
kebaikan diri hamba hanya kepadamu. Seperti apa yang engkau perintahkan kepada
hamba. Maka kabulkanlah yaa Alloh, karena sesungguhnya engkaulah pengabul segala
doa.
Robbana
atina….
1. Maha Suci Engkau ya Allah dan segala
puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan
bertaubat kepadaMu
2. Aqulu qauli hada,
astaghfirullahal’adiem
Wal’afwu minkum.
Wailaliqo fii amanillah !
Wabillahi taufiq wal hidayah.
Wassalaamu’alaikum wr.wb.
Wal’afwu minkum.
Wailaliqo fii amanillah !
Wabillahi taufiq wal hidayah.
Wassalaamu’alaikum wr.wb.
Lailatul
Qodar
An Nur Sumbersekar
Malang, 23 Juli 2014
Langganan:
Komentar (Atom)

