Selasa, 04 November 2014

Persiapan berdoa

Persiapan diri sebelum berdoa
1.       Berwudhu, membersihkan diri
2.       Berniat untuk bertaubat dan memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan
3.       Sholat Taubat 2 rakaat (apabila memungkinkan)
4.       Dzikir (staghfirullahhal adziim, sholawat Nabi, lhaa illahaillalloh) semampunya.
5.       merendahkan diri dihadapanNYa, segala jabatan, kekayaan, kepopuleran, semua ditanggalkan, hanya satu yang masih melekat pada diri kita, yaitu status kita sebagai seorang hamba, yang sedang menghadap sang Maha Pencipta, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Pemilik Jiwa, Raga, umur, harta serta keluarga kita, anak, istri, ayah, ibu, dan semua yang berada didunia, bahkan semua yang ada di langit dan diantara keduanya. seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Perkasa, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Kuasa, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha berkehendak, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha bijaksana, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Mulia, seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha Pengampun, dan seorang hamba yang sedang menghadap Sang Maha pengabul segala doa.
6.       Alloh SWT melihat kita,
7.       Malaikat berada disekitar kita
8.       Rasakan bahwa pintu langit telah terbuka
9.       Rasakan ribuan malaikat sedang menyelimuti kita
10.   Karena kita berada didalam majelis dzikir yang dimulyakan Oleh Alloh SWT.
11.   Bukankah Rosululloh SAW telah bersabda “Tidaklah suatu kaum yg duduk berkumpul untuk mengingat Allah, kecuali dinaungi oleh para malaikat, dilimpahkan kepada mereka rahmat, akan diturunkan kepada mereka ketenangan, & Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yg ada di sisi-Nya. [HR. Muslim No.4868].
12.   Rasakan dalam diri kita, dalam jiwa kita, bahwa Alloh SWT telah memancarkan cahaya kasih sayangnya. Menangislah apabila ingin menangis, karena itu pertanda, bahwa Alloh SWT. Telah bersama kita. Alloh SWT. Telah ridho, karena kita menggunakan waktu dan umur kita, untuk mengingat dan mendekatkan diri padaNya.

13.   Mari kita angkat kedua tangan kita, kita pejamkan mata dan tundukkan kepala, kita buka hati kita, untuk mendapatkan hidayah, dan rahmat dari Alloh Azza Wajalla……

Doa Disepertiga malam terakhir

Doa disepertiga malam terakhir
Yaa Alloh… Segala Puji hanya untukMu
Sholawat dan salam senantiasa curahkanlah kepada junjungan hamba, penghulu hamba, kekasih hamba, Rosululloh Muhammad SAW.
Yaa Rabb, di malam yang mulia ini, ijinkan hamba untuk menghadapMu, ijinkan hamba untuk menyampaikan doa, dan keluh kesah hamba kepadaMU, ijinkan hamba, untuk mencurahkan isi hati dan kerinduan hamba kepadaMu dan kepada Nabimu yang suci, Rosululloh SAW.
Ya Rabb.. Sampaikan kepada Rosululloh SAW, bahwa hamba mencintainya, sampaikan kepada Rosululloh SAW, bahwa hamba adalah ummatnya, sampaikanlah kepada rosululloh SAW, bahwa hamba akan mengikuti risalahnya, hingga hamba engkau panggil MenghadapMu kelak.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk bertaubat kepadaMU, ijinkan hamba untuk memohon ampun kepadaMu, atas segala kesalahan hamba, sebelum nyawa ini engkau cabut dari raga, sebelum dunia ini engkau hancurkan pada saat kiamat, sebelum mata ini engkau tutup untuk selama-lamanya.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu dapat menjaga kebersihan jiwa raga hamba, dengan siraman wudhu, dan basuhan kasih sayangMu, Ijinkan hamba untuk dapat menyempurnakan sholat hamba, menjaganya dalam berjamaah dengan hamba-hamba pilihanMu, dan Engkau jadikan khusyu’ padaNya, Engkau bersihkan dosa-dosa hamba karenanya, Engkau muliakan hamba dengan pahalanya, Engkau terangi diri dan jiwa hamba pada setiap detiknya. Engkau angkat derajat hamba dengan segala kebaikan yang menyertainya.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu sempat membaca dan memahami firman-firmanMu, yang tertulis indah dalam mushaf alquranMu, jadikan hamba mudah membaca dan memahaminya, serta menyimpannya dalam hati, jiwa, tingkah laku, akhlak dan perkataan hamba. sebelum engkau cabut nikmat penglihatan yang telah engkau anugerahkan kepada hamba, sebelum engkau membutakan mata hamba, atau jiwa yang engkau ambil dari tubuh hamba.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu sempat dan rindu mendengarkan ayat-ayatMu, mendengarkan majelis-majelis dzikir dan tausiyah dari para kekasihMu, mendengarkan nasehat hamba2Mu yang sholeh, sebelum engkau tulikan pendengaran hamba, sebelum engkau cabut nikmat mendengar hamba, sebelum engkau mengubur jasad ini dengan tanah kuburan, dan sebelum para hamba-hambaMu yang sholeh engkau angkat semua keharibaanMu dan dunia Engkau goncangkan dengan tiupan sangkakalaMu.
Ya Rabb, ijinkanlah hamba untuk selalu sempat mengingatMu, dimanapun hamba berada, ijinkan hamba untuk selalu memanggilMu, disetiap kesempatan hamba, disaat senang ataupun saat susah hamba. Disaat lapang maupun saat sempit hamba, hingga Engkau jadikan jiwa ini tentram, hingga engkau jadikan jiwa ini bahagia, sebagaimana bahagianya para kekasihmu yang Engkau janjikan syurga kepadaNya.
Ya Rabb, jikalau kelak engkau memanggil hamba dihamparan Mahsyar yang luas, sebagai tanda hari perhitungan telah dimulai, ijinkan hamba bertaubat sebelum semuanya terjadi, ijinkan hamba memohon ampun atas kesalahan hamba sebelum semuanya terlambat. Ijinkan hamba meminta maaf kepada saudara-saudara hamba yang telah hamba dzolimi. Sebelum engkau mencabut nyawa hamba, atau engkau mencabut nyawa saudara hamba tersebut.
Ya Rabb, jikalau kelak engkau mengumpulkan hamba dihamparan Mahsyar bersama dengan ummat yang terdahulu dan yang terakhir, bersama keluarga hamba, bersama saudara hamba, pada saat itulah Engkau akan menanyakan tentang segala yang telah engkau berikan kepada hamba. Maka disaat itulah, hamba membutuhkan pertolonganMu, hamba membutuhkan kasih sayang dan AmpunanMu. Berilah hamba kemudahan, untuk menjawab segala pertanyaanMu dengan Hikmah dan rahmatMu.
Ya Rabb, Kelak engkau akan menanyakan umur hamba, maka bantulah hamba, untuk dapat menjawabnya dengan baik dan Engkau Ridhoi, karena itu berilah hamba kesempatan, untuk mengisi umur hamba yang tidak lama hidup didunia ini, dengan keta’atan kepadaMu, hingga hamba mampu menjawabnya dengan hati yang puas dan bangga. Hingga hamba bisa menjawab dengan segala amal sholeh hamba “Yaa Rabb, hamba telah gunakan waktu dan umur hamba untuk bersujud, dan memahami ayat-ayatMu. Hamba telah gunakan waktu hamba untuk membantu dan mengajak saudara-saudara hamba sesama muslim untuk mendekatkan diri padaMU”.
Karena itu Yaa Rabb, Jangan pernah Engkau membiarkan hamba melakukan kesia-siaan, jangan pernah Engkau membiarkan hamba dalam kegelisahan , dan janganlah engkau biarkan hamba dalam kekafiran, jangan jadikan hamba menjadi orang-orang yang merugi, tapi jadikan hamba hambamu yang senantiasa berintrospeksi diri, memperbaiki diri, dan memperindah akhlak diri, sehingga pancaran cahaya Islam pada jiwa hamba, dan seluruh cahaya Islam yang telah Engkau turunkan didunia ini benar-benar akan menjadi rahmatan lil alamin, yang menebarkan kedamaian, keberanian, keadilan, kejujuran, dan keikhlasan seperti yang telah dicontohkan oleh nabiMu dan para kekasihMu yang lain.
Yaa Rabb, Kelak dipadang Mahsyar nanti, engkau akan menanyakan, tentang harta yang telah engkau titipkan kepada hamba, maka bantulah hamba untuk menjaga harta hamba, supaya kelak ketika engkau menanyakan harta tersebut, maka hamba bisa menjawab dengan tenang dan puas, bahwa harta yang hamba dapati hamba peroleh dengan cara yang halal…, harta yang Engkau titipkan kepada hamba hamba gunakan dengan dengan cara yang halal…, dan harta yang engkau titipkan kepada hamba, telah hamba bersihkan dengan zakat dan sedekah, serta hamba gunakan untuk menolong agamaMu,
Yaa Rabb, Kelak dipadang Mahsyar nanti, engkau akan menanyakan tentang jabatan dan kedudukan hamba, maka berilah hamba keyakinan dan keberanian dalam segala keikhlasan hati dan kejujuran hamba, bahwa hamba akan menjawabnya dengan penuh keyakinan, bahwa jabatan dan kedudukan ini hamba dapatkan dengan cara yang halal, jabatan dan kedudukan ini hamba gunakan dengan cara yang halal, jabatan dan kedudukan ini hamba tingkatkan dengan cara yang halal, hingga dengannya hamba telah tegakkan keadilan, dengannya hamba bela kebenaran, dengannya hamba tanamkan kejujuran, pada diri hamba dan seluruh teman, saudara dan masyarakat disekitar hamba. Dengan Jabatan dan Kedudukan ini hamba bantu AgamaMU, dengannya hamba bantu saudara2 hamba yang membutuhkan, dan dengannya hamba muliakan namaMu, hingga hamba buang jauh-jauh segala kemaksiatan, segala kemungkaran, segala kedzoliman dimuka bumi ini.

Yaa Rabb, Berilah hamba keberanian dan kekuatan untuk mengatakan yang benar itu adalah benar, dan yang salah itu adalah salah. Jangan biarkan hamba mengikuti nafsu musuh-musuhmu, jangan biarkan hamba takut dan mengikuti makhluk-makhlukmu yang sombong, yang hanya mendahulukan nafsu dan kepentingan pribadinya. Jangan biarkan hamba terseret dengan segala tipu daya makhluk-makhlukmu untuk mencintai dunia ini, dan melanggar laranganMu. Lindungi hamba ya Rabb, dari segala fitnah, baik fitnah kemiskinan, fitnah jabatan, fitnah pekerjaan, fitnah suap, fitnah korupsi, fitnah kolusi, fitnah nepotisme, dan segala makar, yang kelak akan menjerumuskan diri hamba ke dalam nerakaMu.
Bersihkan diri hamba, institusi hamba, masyarakat hamba, lingkungan hamba, dari makhluk-makhlukmu yang demikian. Karena sesungguhnya engkaulah yang maha tau, engkaulah yang maha melihat, engkaulah yang maha adil, dan engkaulah yang maha kuasa untuk mengubah dan menghukum para orang orang yang fasik.
Yaa Rabb, Ijinkan hamba untuk selalu bisa berada dekat denganMu, ijinkan hamba untuk selalu bermanja denganMu, ijinkan hamba untuk selalu mengadu kepadaMu, atas permasalahan yang terjadi pada Hamba, atas segala ujian yang menimpa hamba, atas segala godaan yang ada disekitar hamba. Jangan Engkau menjauh ya Rabb, karena hamba tidak mampu menyelesaikan semua masalah hamba, tanpa pertolonganMu.
Ya Rabb, ijinkan hamba untuk berjanji kepadaMU, bahwa hamba akan menjadi hamba terbaikMu, hamba akan penuhi segala perintahMu dan hamba akan jauhi segala laranganMu, dan ijinkanlah hamba ya Rabb, untuk dapat membuktikan jatidiri hamba sebagai Umat terbaik dari Sang KekasihMu, Muhammad Rosululloh SAW.. dan sampaikanlah ya Alloh… sampaikan salam kerinduan hamba padaNya. Pada penghulu kami, pada tuntunan kami, pada manusia termulya didunia ini. Sampaikanlah, bahwa hamba adalah ummatnya yang akan meneruskan risalahnya, hamba akan tegakkan sunnah-sunnahnya. Hamba akan membela agamanya, hingga titik darah penghabisan hamba, hingga engkau cabut nyawa ini, hingga engkau engkau satukan langit dan bumi ini, hingga engkau bangkitkan semua manusia, dan tiada lagi dunia, bahkan waktupun engkau hancurkan, dan dengan kekuasaanMu engkau gantikan dengan alam akherat.
Yaa Rabb, ketika engkau telah mengutus malaikat pencabut nyawa datang menjemput hamba, pertanda umur hamba telah berakhir, pertanda tugas Hamba telah berakhir, pertanda engkau akan pisahkan hamba dengan orang-orang yang hamba cintai, anak hamba, istri hamba, ayah dan ibu hamba, dan teman-teman hamba, dan segala perniagaan yang hamba cintai, maka hamba mohon yaa Rabb, jadikan waktu kematian hamba, adalah waktu dimana cinta tertinggi hamba adalah cinta kepadaMu, waktu dimana kerinduan terbesar hamba, adalah kerinduan bertemu denganMu, waktu dimana engkau telah menganugerahkan keikhlasan kepada hamba, untuk dapat meninggalkan segala keindahan dunia yang sebelumnya engkau titipkan kepada hamba. Yaa Rabb, matikanlah hamba dalam keadaan yang terbaik, disaat tiada hutang, tiada dendam, tiada iri dan dengki serta fitnah yang menyelimuti diri hamba. Matikan hamba dalam  keadaan Khusnul Khotimah, cabutlah nyawa hamba dalam keadaan suci, matikan hamba disaat segala keburukan yang akan memberatkan hamba telah Kau ampuni. Matikan hamba, disaat anak-anak keturunan hamba yang engkau titipkan kepada hamba, telah sempurna mengenal diriMu, cabutlah nyawa ini ya rabb, disaat anak istri kami, telah sempurna menjalankan syariatMu, cabutlah nyawa ini ya Rabb, disaat anak keturunan kami, telah menjadikan kekasihmu, Rosululloh SAW, sebagai panutan terbaikNya. Sebagai kekasihnya, dan sebagai semangatnya, untuk mendapatkan ridho, kasih sayang dan ampunanMu.
Yaa Rabb, Kelak dipadang Mahsyar nanti engkau akan tanyakan waktu yang sebentar ini, namun saksikanlah yaa Rabb, hamba telah gunakan waktu ini untuk berdoa dan mendekatkan diri kepadamu, hamba telah gunakan waktu ini untuk memohon ampun kepadamu, hamba telah gunakan waktu yang sedikit ini untuk beribadah memohon kebaikan diri hamba hanya kepadamu. Seperti apa yang engkau perintahkan kepada hamba. Maka kabulkanlah yaa Alloh, karena sesungguhnya engkaulah pengabul segala doa.
Robbana atina….

1.      Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu
2.      Aqulu qauli hada, astaghfirullahal’adiem
Wal’afwu minkum.
Wailaliqo fii amanillah !
Wabillahi taufiq wal hidayah.
Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Lailatul Qodar

An Nur Sumbersekar Malang, 23 Juli 2014

Senin, 03 November 2014

For My Wife

Indah Ku Memandangmu
Begitu indah suasana hatiku
Begitu cerah sinar mataku
Jiwaku melayang
Anganku mengembang
Ketika kulihat dirimu
Ketika kutatap matamu
Ketika kau ucapkan kata indahmu
Dan doa tulusmu
Sayangku
Kutakkan sanggup membalas kebaikanmu
Kutakkan sanggup menyamai kesabaranmu
Kutak sanggup memberi kasih,
Seperti kasihmu
Sayangku
Ku selalu memimpikan mendapatkanmu
Bersanding dan bersenda gurau denganmu
Bercerita tentang duniaku
Dan duniamu
Sayangku
Jika waktu takkan pernah berlalu
Jika dunia takkan lagi berputar
Kan kupeluk engkau erat
Seerat sayangku padamu
Kan kupegang tanganmu kuat
Sekuat inginku tuk bersamamu
Sayangku
Duniaku serasa indah
Hari-hariku penuh warna
Langkahku semakin memantapkanku
Tuk terus menjaga dan menyayangimu
Sayangku
Terima kasih takkan cukup
Ucapan indah takkan dapat
Menggantikan pengorbanan, Keikhlasan, dan kesabaranmu
Pengorbanan dalam mendampingiku
Keikhlasan dalam menjaga buah hatiku
Dan..

Kesabaran dalam Menyayangiku

merenda hari

Tahun Berganti                                                           Malang, 25 Mei 2009
Bulan berlalu
Hari demi hari
Detik demi detik
Tlah kulalui
Bersama dirimu
Bersama buah hati kita
Dan waktu bahagia kita
Sayang
Sesejuk  embun dipagi hari
Seindah  pelangi di kala senja
Seelok  bunga nan bermekaran
Sebahagia hati ini
Saat kau menjadi milikku.
Takkan kubiarkan waktuku terbuang
Takkan kubiarkan nafasku terhembus
Dan takkan kubiarkan kakiku melangkah
Tanpa doa dan kasihmu
Istriku, Sayangku
Tiada kata yang pantas kuucapkan
Selain kata trima kasihku padamu
Maafkan diriku sayang
Kutak bisa membuatmu bahagia
Karena kutak bisa memberi yang terbaik
Dan menjadi seperti yang kau inginkan
 untukmu
Dan Untuk buah hati kita


Sayangku
Apapun adanya dirimu
Ku kan slalu mencintaimu
Dan menyayangi anak kita
Mari kita tanamkan iman pada hatinya
Kita tancapkan budi dan santun dalam tingkah lakunya
Kita dirikan benteng yang kokoh
Tuk menjaganya dari angkara
Sayangku
Mari kita bangun keluarga ini
Dengan penuh kasih sayang
Menjadi ladang amal dan kebaikan kita
Menjadi tauladan bagi alam
Menjadi surga bagi kita
Dan bagi semua
“Selamat merenda hari Sayang”
Semoga  waktumu
Selalu dalam lindunganNya
Dan hari-harimu
Senantiasa dipenuhi dengan keindahan dan kebahagiaan
Amien

Yang selalu menyayangimu

Ayah Redi & Rafi

Untuk Tuhanku

Untuk Tuhanku
Segala puji bagiMu
Segala sembah dan sujud untukMu
Langkah dan nafas tertuju padaMu
Hati nan indah terpaut olehMu
Yaa Tuhanku
Batapa kasih tlah Kau tebar
Batapa sayang tlah kau tambatkan
Pada hambamu nan lupa
Pada hambamu nan malu
Malu akan waktu yang tlah terbuang
Malu akan budi nan terabaikan
Malu akan langkah nan tak terarah
Malu akan umur yang tak tergunakan
UntukMu
Untuk makhluk-makhlukMu
Untuk saudara-saudara yang menyayangiku
Untuk semua ciptaanMu
Maafkan aku Yaa Tuhanku
Maafkan untuk lakuku
Maafkan untuk nafasku
Maafkan untuk hati dan fikiranku
Maafkan, untuk semuanya

Yaa Alloh, Yaa Tuhanku

“UNTUK PUTRAKU TERSAYANG”

“UNTUK PUTRAKU TERSAYANG”
Awan nan cantik, udara nan sejuk, Hari nan indah, lingkungan yang membahagiakan. Sangat menyenangkan, tapi tak ada yang lebih menyenangkan dan membahagiakan selain kehadiran sang buah hati kami.
Muhammad Rafi’ Nur Azizi, itulah sederatan doa yang melekat dijiwanya, Seorang hamba yang mulia kesayangan kami, kemuliaannya tidak diragukan lagi, seorang hamba yang rupawan, cerdas, sabar, sopan, penuh dengan ketulusan dan kasih sayang, keberaniannya dalam membela kebenaran tak pernah berhenti. Tiada hari tanpa doa dan syukur, tiada tempat tanpa dzikir. Ialah anak yang sholeh. sang pembela kebenaran, pemimpin yang jujur, penyayang, sang penerus perjuangan kami. Doa demi doa terus kami gulirkan, untuk keselamatan dan kesehatannya.
Rafi’, Tiada kata yang dapat ayah dan bunda ucapkan, selain Selamat Datang anakku, selamat berjuang dalam dunia ini, pandanglah dunia ini dengan pandangan kasih sayangmu, gunakan hati, kepandaian dan kecerdasanmu, untuk memecahkan persoalan didunia ini dan menolong semua makhluk Alloh yang membutuhkan.
Sayangku, ayah yakin Rafi’ akan menjadi seperti yang ayah dan bunda inginkan. Rafi’ akan menjadi anak yang sholeh dambaan ayah bunda. Yang akan menunjukkan pada dunia bahwa tiada kehidupan tanpa perjuangan, tiada perjuangan tanpa pengorbanan, dan tiada pengorbanan tanpa kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang kan kita peroleh dengan kebersihan hati, kesucian jiwa dan keindahan dalam bersillaturrahmi.
Sayangku, ayah dan bunda kan slalu mendukungmu, langkahkan kakimu, buka tanganmu, ucapkan kata-kata indah dan penuh makna, dimanapun engkau berada disitulah alam kan tersenyum, disitu pula kebahagiaan kan terpancar.
Sayangku, ayah ucapkan selamat berjuang, selamat mengisi hari-harimu, dengan tinta emas dan sulaman sutra. Ayah dan bunda kan selalu berdoa untukmu dan mendunkungmu untuk cita-cita sucimu.

Sayangku, Ayah, Bunda dan kami semua kan slalu menyayangimu sampai kapanpun.